Sunday, August 9, 2020

(H-22) Memposting poster tentang perekonomian umat di era new normal dan relasi agama dan sains

  فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ (11) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ (12) فَكُّ رَقَبَةٍ (13) أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ (14)

“Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan.” (QS. Al-Balad: 11-14).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah (1347-1421 H) menyatakan, “Dzi mas-ghabah berarti keadaan penuh kelaparan, bisa jadi karena kelaparan melanda, bisa jadi karena hasil pertanian dan buah-buahan berkurang, bisa jadi pula karena penyakit pada tubuh mereka, atau bisa pula ada makanan namun tidak mengenyangkan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz ‘Amma, hlm. 220)
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa manfaat sedekah begitu banyak, hanya Allah yang bisa menghitungnya,
Alam semesta tidak hentinya menampakkan kekuasaan Allah dalam setiap detil keberadaannya. Bukti yang menguatkan bahwa manusia hanyalah seorang hamba yang lemah.
Allah lah Sang Penguasa segala sesuatu di bumi. Semua terjadi sesuai kehendak-Nya, walau sering kali logika dan pengetahuan manusia sulit menjangkaunya.



(H-21) Yasinan Thausiah Serta Doa Bersama Agar Terhindar Dari Virus Covid-19

 Untuk melaksanakan tema yang terdapat dalam panduan pelaksanaan KKL-DR IAIN Padangsidimpuan kami peserta KKL Pasar V Natal melaksanakan pengajian yang biasanya disebut sebagai malam yasinan yang rutinnya dilaksanakan pada malam Jum'at. dalam pengajian tersebut peserta KKL tidak hanya melakukan pembacaan yasin akan tetapi diiringi dengan thausiah agama terkait dengan pandangan islam dalam menjalankan ibadah kepada Allah ditengah-tengah Pandemi Covid-19. Dengan kegiatan ini tentunya Kami dan Kita secara keseluruhan berharap agar Virus ini cepat berlalu dari bumi ini untuk menjaga keselamatan umat diseluruh dunia terutama Indonesia.







Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat didukung penuh oleh masyarakat setempat karena sebelumnya jenis kegiatan ini belum pernah di praktikkan di Desa Pasar V Natal ini. Dengan hal ini kami sebagai peserta KKL berharap penuh kepada masyarakat Desa Pasar V Natal dan kepada seluruh masyarakat di daerah mana pun pada umumnya untuk terus melaksanakan kegiatan ini menjadi kegiatan yang rutin minggunya (malam Jum'at). Mengingat begitu banyaknya manfaat yang akan kita jumpai dan kita rasakan ketika kegiatan ini dilaksanakan.












 Dalam hal tema peserta KKL mengangkat tema Pendidikan dan Dakwah Islam Di Era New Normal dengan fokus pembahasan adalah pelaksanaan ibadah dan thausiah di masa Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Pasar V Natal mulai dari anak-anak, ibu/bapak-bapak, remaja Masjid serta Imam Besar Masjid. Dengan pemateri thausiah adalah Buya Indal dan perangkat penunjang seperti MC, Pemandu Yasian, Baca AL-Qur'an serta Pembaca Doa diambil alih oleh peserta KKL.  











(H-20) Edukasi dan Pembagian Masker

      Edukasi pencegahan virus corona masih terus dilakukan baik dari pusat WHO pemerintahan di masing-masing negara (indonesia) maupun masyarakat awam pada umumnya. Berbagai cara telah dilakukan oleh semua pihak dalam mencegah penularan virus covid-19 ini, data terakhir orang-orang yang terjangkit virus ini khususnya di indonesia adalah tertanggal 3 agustus 2020 yaitu terhitung 113.134 Orang. Tentunya angka ini menunjukkan masih tingginya penyebaran serta penularan virus corona di indonesia. 

     Dari data yang kami himpun (CNN Indonesia) salah satu penyebab masih terjadinya penularan covid-19 ini adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat dalam memperhatikan kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan pada diri sendiri. Masalah yang paling urgen adalah masih tingginya angka orang-orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar WHO. Terutama dalam hal penggunaan masker di luar lingkungan.

     Dari data tersebut kami dapat mengambil kesimpulan dan melakukan suatu pendampingan atau pun edukasi serta pembagian masker kepada masyarakat di lingkungan setempat (lingkungan KKLPasar V Natal) guna mencegah penularan virus corona ini, mengingat masyarakat di desa Pasar V Natal ini masih kurang memahami bagaimana melaksanakan protokol tersebut dan juga dalam menerapkan protokol kesehatan. tentu saja hal ini membuat kami sebagai peserta KKL di desa setempat peduli terhadap kondisi tersebut.







H-19 Pendidikan Dakwah Islam (Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah)




Puasa di bulan Dzulhijjah dapat dilakukan pada sembilan hari menjelang idul adha yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Dalam 9 hari itu terdapat puasa tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa arafah pada 9 Dzulhijjah.



Yang dimaksud dengan puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari arafah (saat jamaah haji melakukan wukuf dipadang arafah). Sementara puasa tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah, yakni 8 Dzulhijjah hari sebelum hari wukuf.






Adapun keutamaan puasa arafah adalah dihapuskan segala dosa selama 1 tahun yang lalu dan setahun yang akan datang dijaga Allah untuk tidak berbuat dosa atau maksiat.




Adapun keutamaan yang terdapat pada puasa sunnah tarwiyah yaitu :

  • Barang siapa yang menjalankan puasa tarwiyah akan dihapus dosa 1 tahun yang lalu yang telah terlewati.
  • Sedangkan yang berpuasa di hari arafah akan dihapus dosa 2 tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang).
  • Dan yang melaksanakan dua puasa ini akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu :  
  1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
  2. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya.
  3. Allah akan menambah harta.
  4. Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan segala kesalahan yang lalu.
  5. Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.
  6. Allah akan menerangi kubur nya selama didalam barzah.
  7. Allah akan memudahkan kematiaanya.
  8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di padang masyar.
  9. Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukannya di dunia.
  10. Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

Saturday, August 8, 2020

H-18 Moderasi Beragama Dalam Islam

    Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Yang dimaksud dengan ekstrem yaitu tidak terpaku pada satu tumpuan yakni pada kutub kanan yang sangat kaku dalam beragama. Memahami ajaran agama dengan membuang jauh-jauh penggunaan akal. 


 

      Dalam artian sempitnya, Moderasi beragama adalah memahami agama secara keseluruhan tanpa ada rasa saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Moderasi beragama juga diartikan dengan membuang rasa ego dalam memahami agama.

      Moderasi beragama ini tentunya sangat perlu diindahkan mengingat Negara Indonesia terdiri dari beberapa agama, suku ras dan budaya. Tentunya hal ini akan rentan terjadinya konflik jika kita tidak menerapkan sistem bermoderasi dalam beragama.  Maka untuk menerapkan hal ini yang juga merupakan salah satu tema KKL DR IAIN Padangsidimpuan kami sebagai peserta dituntut untuk dapat memberikan edukasi yang inovatif kepada masyarakat guna masyarakat dapat memahami dan menerapkan apa yang kami berikan.

(H-17) Pembagian BLT Oleh Kepdes Pasar V Natal

      BLT atau  Bantuan Langsung Tunai atau disingkat BLT adalah program bantuan pemerintah berjenis pemberian uang tunai atau beragam bantuan lainnya, baik bersyarat (conditional cash transfer) maupun tak bersyarat (unconditional cash transfer) untuk masyarakat miskin.
       
       Dalam kondisi seperti yang sekarang ini yakni tersebarnya covid-19 yang kian mendunia memberikan dampak negatif oleh masyarakat. Yang menyusutkan pencaharian warga, baik itu dalam ekonomi, sosialisasi antar sesama, harus serba menjaga kontak fisik (social distansing). 

        Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), anggaran dana desa dialihkan menjadi BLT dana desa sebagai upaya perlindungan sosial. Pemerintah pun memperpanjang masa pemberian bantuan hingga akhir Desember 2020 lantaran belum pastinya akhir dari pandemi corona. "Kalau BLT disalurkan sampai Desember, ada beberapa desa yang duitnya enggak cukup," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar dikutip Kontan.

     Abdul Halim mengatakan, sebanyak 550 desa di 33 provinsi tidak memiliki anggaran yang cukup untuk tambahan dana desa. Hal itu akibat dana desa yang cair lebih awal dari biasanya. Oleh karena itu, kekurangan BLT dana desa akan ditutupi oleh pemerintah. Abdul Halim mengatakan, hal tersebut telah disepakati oleh pemerintah. Total anggaran yang ditambah pun nilainya Rp 53 miliar.

     Oleh karena itu, pemerintah secara langsung membantu masyarakat kurang mampu untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakatnya. Baik itu berupa uang, beras, telur, minyak makan, dan sebagainya. 

         Termasuk didaerah Pasar V Natal yang juga melangsungkan pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) oleh kepala desa dan sekaligus perangkat desa kepada masyarakat setempat. Meskipun masyarakat desa Pasar V Natal tersebut masih ter-list dlama keadaan zona hijau, tapi dalam hal ini pembagian nya tetap dilakukan dalam protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah menetapkan sejumlah syarat bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan sosial tersebut. Di antaranya adalah: 

  1. Calon penerima merupakan masyarakat yang masuk dalam pendataan RT/RW dan berada di desa
  2. Calon penerima adalah mereka yang kehilangan mata pencarian di tengah pandemi corona
  3. Calon penerima tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah pusat. Artinya, calon penerima BLT dari Dana Desa tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja
  4. Jika calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tetapi belum terdaftar oleh RT/RW, maka bisa mengomunikasikannya ke aparat desa   

pembagian BLT oleh Kepdes Pasar V Natal

pembagian BLT oleh Kepdes Pasar V Natal

pemberian langsung BLT ke rumah warga 

pembagian BLT secara berurutan oleh kepala desa Pasar V Natal


pembagian BLT secara berurutan oleh kepala desa Pasar V Natal

pemberian langsung BLT ke rumah warga 


photo bersama perangkat desa Pasar V Natal

pemberian uang BLT kepada masyarakat



Saturday, August 1, 2020

(H-16) membagikan daging qurban oleh panitia di Desa Muara Pertemuan Kec. Batahan


Kurban dalam bahasa Arab berarti dekat, dalam kata lalin, qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ritual penyembelihan hewan ternak. Melakukan ibadah qurban sama halnya dengan zakat fitrah. Berkuban juga merupakan bentuk tanda syukur kita terhadap nikmat Allah SWT. Kurban sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul Adha. Baik itu di daerah pedesaan maupun perkotan, termasuk di Desa Muara Pertemuan Kecamatan Batahan, yang terletak di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara.

Di bulan suci Idul Adha tepat pada Tahun 1441 H masyarakat Desa Muara Pertemuan melaksanakan solat Idul Adha di Masjid Ar-Rahman dan di berbagai Masjid lainnya. Dan Beberapa warga dari Desa Muara Pertemuan tersebut memberikan keikhlasan hatinya memberikan hewan ternaknya untuk disembelih pada hari Raya Idul Adha Bertepatan pada Tanggal 01 Agustus 2020.


penyembelihan hewan qurban


Pemotongan daging qurban

Menimbang daging yang sudah di potong

Pembagian daging qurban kepada masyarakat Muara Pertemuan


Photo bersama Kepdes dan sekretaris Desa Muara Pertemuan

Pembagian qurban tersebut dibagikan secara merata kepada warga yang telah di berikan no kupon qurban sesuai pendataan yang di lakukan sebelum hari penyembelihan oleh sekretaris desa di desa Muara Pertemuan Kec. Batahan.